pertama, mungkin bagi sebagian anak SMA dan yang setingkat, nakal itu merupakan hal yang sangat-sanagt wajar.
kenapa?? karena(kenapa jawabannya tuh harus diawali dengan kata 'karena'?) jiwa(jiah, bahasanya !!) mereka seolah-olah belum stabil atau stagnan. mereka masih terus mencari arti hidup mereka, dan sebagian jiwa yang masih belum ketemu. semua itu merupakan bahasa yang masih sangat luas buat dipahami. aku sendiri aja masih belom bisa nemuin jiwaku yg sebenernya. kenakalan kayak gini ini bisa disebabkan oleh jiwa anak itu sendiri.
kedua, masih banyak juga pengaru dari luar. contohnya, lingkungan. sebenernya sih sekarang kita lebih ngomongin masalah teori ya, daripada kenyataan yg sebenernya. tapi ya emank gitu itu. lingkungan dia hidup itu juga sangat berpengaruh. mau nggak mau mengakui sih. misalnya, ada anak yg biasanya main sama anak yg "lurus", pasti (udah dijamin nih)dia juga bakalan ikut "lurus". ya kan?
ketiga, apa lagi ya?
nggak ngerti ahh..
gelap..
kapan-kapan lajut lagi deh..
hehehe...
Kamis, 29 Oktober 2009
Kamis, 01 Oktober 2009
Bencana Tiada Henti

gak tau kenapa bencana yang kita tau sekarang banyak terjadi, gak tau tu di Indonesia atau di Luar negeri. mungkin bumi kita ni emank dah tua. jadinya banyak terjadi bencana alam.
kita yang belom pernah merasakan sendiri bencana dasyat itu gimana rasanya, apa mau terus menerus berleha-leha menikmati kesenengannya?
terus gimana dengan mereka yang ngalamin musibah itu?
sedih, bingung, Lah campur aduk lah yang jelas..
lihat mereka nangis, meluapkan semua kesedihan, dan tetek bengek tentang tu..
rasanya menusuk
gimana kalo itu kita yang ngalamin, kalo orang tua kita yang jadi korban gimana??
huft.. rasanya udah gak kebayang..
tulisan ni hanya untuk mengungkapkan rasa sedih yang dialami sodara kita yang tertimpa bencana dan musibah..
semoga mereka sabar dan tabah menghadapi cobaan..
aminn..
Selasa, 15 September 2009
KONFLIK DAN INTEGRASI SOSIAL
Diferensiasi dan stratifikasi sosial dapat menimbulkan efek, yaitu negatif dan positif. Positifnya yaitu, mendorong terjadinya integrasi sosial, sedangkan negatifnya yaitu, terjadinya disintregasi sosial. Diferensiasi sosial dapat menimbulkan primodialisme, etnosentrisme, politik aliran, dan terjadinya proses konsolidasi.
Primodialisme merupakan pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal-halyang sejak semulamelekat pada diri individu, seperti suku bangsa, ras, dan agama.
Faktor-faktor terjadinya Primodialisme:
1. adanya sesuatu yang dianggap istimewa oleh individu dalam suatu kelompok sosial
2. adanya suatu sikap untuk mempertahankan keutuhan suatu kelompok atau kesatuan sosial dari ancaman luar
3. adanya nilai-nilai yang berkaitan dengan sistem keyakinan, seperti nilai keagamaan dan pandangan
Etnosentrisme adalah suatu sikap menilai kebudayaan masyarakat lain dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku di masyarakatnya. orang yang menganut sistem ini biasanya memandang rendah kebudayaan lain, dan menganggap kebudayaannya lebuh tinggi.
segi positif etnosentrisme:
1. dapat menjaga keutuhan dan kestabilan budaya
2. dapat mempertinggi semangat patriotisme dan kesetiaan kepada bangsa
3. dapat memperteguh rasa cinta terhadap kebudayaan atau bangsa
Politik aliran (Sektarian) merupakan keadaan di mana sebuah kelompok atau organisasi tertentu dikelilingi oleh sejumlah organisasi massa (ormas), baik formal maupun informal
Menurut Clifford Geertz, bahwa ada 3 golongan dalam masyarakat jawa yang masing-masing memiliki aliran yang berbeda satu sama lain, yaitu santri, priyayi, abangan.
Konsolidasi merupakan usaha untuk menata kembali atau memperkuat suatu himpunan atau organisasi yang dinilai terancam perpecahan.
Konsolidasi memiliki dua sisi, yaitu sisi ke dalam dan sisi ke luar.
Sisi ke dalam akan memperkuat solidaritas ke dalam suatu organisasi. sebaliknya, konsolidasi sisi ke luar dapat menimbulkan sikap anti pati dan kecurigaan terhadap organisasi lain.
sumber: Sosiologi 2, Kun Maryati dan Juju Suryawati
Senin, 10 Agustus 2009
Jumat, 07 Agustus 2009
UKIRAN KEABADIAN
Senja mulai menggantikan siang
Siang yang penuh dengan eforia gemerlap dunia
Samapi pada saatnya orang tidak lagi bisa membedakan
Siang dan malam sama saja, tanpa bisa dipahami
Sejenak aku membutuhkan siang
Tapi malam yang menghampiriku, dunia seperti sudah terbalik
Hanya senja yang dapat memahamiku sekarang
Sampai pada akhirnya senja itu menghilang tanpa jejak
Apa yang bisa ku dapat dari malam
Yang hanya bisa menunjukkan kegelapan yang pekat
Malam bagai tak berujung di pulau tak berpenghuni
Dan sampailah kita pada kematian di dalamnya
Kematian yang mungkin tak ku inginkan, tapi tak terelakkan
Kubur Batu berdiri megah tepat di hadapanku
Yang seolah-olah memanggilkan semua kenangan dalam ukiran
Kubur Batu yang dapat menemaniku dan memahamiku
Kini Kubur Batu berdiri megah di tengah-tengah padang ilalang
Menceritakan semua kisah perjalanan dan kemunafikan
Kamis, 06 Agustus 2009
Foto-Foto
karena aku mencintai aLam dan tidak bisa lepas darinya, lalu apa yang harus aku perbuat?
aku bukan seniman layaknya Leonardo Da Vinci, dan sebangsanya. aku juga tidak bisa menciptakan alam lewat lukisanku. bahkan aku tidak bisa membuat kata-kata. semua akan kosong, semua takkan berarti, maka....
mengekspresikannya lewat foto. bukan sesuatu yang berseni tinggi, tapi sudah cukup untuk mengabadikan alam..
Minggu, 02 Agustus 2009
Ilang Pasar
waktu hari jum'at tanggalnya aku lupa, aku ma Nawang, dan Adit rencananya mau belanja ke pasar wage buat belanja acara kemper. pertamanya sih aku biasa aja, jangan sampe keliatan ma orang-orang kLo aku sebenernya gak pernah ke pasar. yah, mau gimana lagi, tugas sudah ahrus selese pada hari itu juga. berangkatlah 3 anak yang gak pernah ke pasar, apalagi ke pasar wage yang gedenya gak ketulungan. sudah deh, bulatkan tekad. pokoknya semua harus sudah dibelanjakan pada hari itu juga.
udahlah, adit aja yang didepan, takut nyasar. eh, aku sama nawang malah ditinggal sama adit. aduh, gimana nih? mana aku sama nawang gak tau jalan. keputusannya adalah nelphon adit. untuk saat ini kita udah gak kesasar lagi.
kami mulai mencari sayuran dan barang-barang yg kita butuhkan. ehm, dipasar tu sangat bermacam-macam. campur aduk Lah pokoknya. dari mulai penjual sayur, VCD, dan underwear. uh, malu aku ngeliatnya. sebenernya gak cuma barangnya, orangnyapun dan tempatnya beda-beda. ada orang yang bener-bener baek, dll. ada juga tempat yang super kotor, ada juga gang yang super pesing, lah macem-macem, selaen tu da juga tempat yg deket sama TPAnya pasar, jadinya suuppeerr bau. uh, kok betah ia orang-orang lalu lalang disitu?
semua yang ada di pasar bener-bener unik. kalo buat dinget-inget, pasti bakalan lucu.hahaha..
aku belum bisa kasih fotonya nih, kapan-kapan aja ya..
udahlah, adit aja yang didepan, takut nyasar. eh, aku sama nawang malah ditinggal sama adit. aduh, gimana nih? mana aku sama nawang gak tau jalan. keputusannya adalah nelphon adit. untuk saat ini kita udah gak kesasar lagi.
kami mulai mencari sayuran dan barang-barang yg kita butuhkan. ehm, dipasar tu sangat bermacam-macam. campur aduk Lah pokoknya. dari mulai penjual sayur, VCD, dan underwear. uh, malu aku ngeliatnya. sebenernya gak cuma barangnya, orangnyapun dan tempatnya beda-beda. ada orang yang bener-bener baek, dll. ada juga tempat yang super kotor, ada juga gang yang super pesing, lah macem-macem, selaen tu da juga tempat yg deket sama TPAnya pasar, jadinya suuppeerr bau. uh, kok betah ia orang-orang lalu lalang disitu?
semua yang ada di pasar bener-bener unik. kalo buat dinget-inget, pasti bakalan lucu.hahaha..
aku belum bisa kasih fotonya nih, kapan-kapan aja ya..
Sabtu, 25 Juli 2009
Perjuangan Seorang Demonstran Melawan Tirani
"Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."(soe hok gie)"Saya dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942 ketika perangtengah berkecamuk di Pasifik."
Banyak orang yang tidak mengenal Soe Hok Gie. Dia adalah seorang intelektual yang diasingkan oleh kehidupannya. Dia adalah seorang mahasiswa yang berani menentang para diktator pada masa itu. Dia adalah orang yang sangat menakjubkan.
Soe Hok Gie merupakan seorang pecinta alam. Dia juga merupakan sastrawan yang sangat mengagumkan. Dia adalah seorang mahasiswa yang sangat menentang komunis. Walaupun begitu, dia seolah tidak mempercayai Tuhan, padahal dia percaya bahwa Tuhan itu ada. Sebagai orang yang terasingkan, dia juga tidak menyukai cinta. Bahkan dia menganggap bahwa cinta itu merupakan nafsu belaka.
Sayangnya diakhir hayatnya, dia malah berbalik haluan menjadi "yang kiri". Aku rasa dia hanya tidak memegang teguh prinsip yang dia punya. Bahkan, dia sempat bertanya-tanya, untuk apa selama ini dia menentang pemerintah? justru itu hanya membuatnya mempunyai banyak musuh. Dia meninggal pada saat dia berumur 27 tahun kurang sehari. Pada saat itu, dia mendaki gunung Semeru. Ada yang bilang, Soe Hok Gie mendaki gunung Semeru karena dia ingin ulang tahunnya dirayakan dipuncak gunung Semeru, Mahameru. Dia terkena gas beracun saat berada di puncaknya. Soe Hok Gie meninggal dipangkuan sahabatnya, yaitu Idan Lubis.
Hari ini aku lihat kembali
Wajah-wajah halus yang keras
Yang berbicara tentang kemerdekaan
Dan demokrasi
Dan bercita-cita menggulingkan tiran
Aku mengenali mereka yang tanpa tentara mau berperang melawan diktator
Dan tanpa uang mau memberantas korupsi
Kawan-kawan kuberikan padamu cintaku
Dan maukah kau berjabat tangan, selalu dalam hidup ini?
(Soe Hok Gie)
Jumat, 24 Juli 2009
Abadinya Bunga Abadi
Mereka Menangis
Mereka begitu polos
Mereka begitu tak berdaya
Mereka terkungkung dalam kegelapan
Mereka hanya tahu dimana rumah mereka
Mereka hanya tahu siapa orang tua mereka
Tapi sayang mereka tidak tahu siapa mereka sebenarnya
Apakah mereka tahu yang sebenarnya telah terjadi?
Mereka hanya menjadi budak zaman
Yang begitu menggoda
Tapi begitu menghancurkan
Mereka terpenjara dalam dunianya
Mereka hanya bisa menangis
Mereka hanya akan meminta
Kepada siapa mereka akan mengadu?
Padahal zaman begitu kejam pada mereka
Apakah orang-orang itu tidak melihat?
Mereka begitu tak berdaya
Mereka begitu kecil, dan rapuh
Apakah orang itu tidak menyadari?
Orang itu hanya memikirkan diri mereka sendiri
Bersenang-senang
Padahal mereka menderita
Mereka hanya dapat melihat
Tanpa bisa merasakan
Mereka orang-orang malang
Mereka hanya bisa terima nasib mereka
SARKOFAGUS
Malam ini aku merasa
Semua telah berlalu
Ketakutan besar menghampiri
Kematian seperti tidak bisa aku cegah
Semua gelap, semua palsu
Tapi aku tetap berdiri
diambang kematian ini aku menjerit
Seolah semua tak menyadari apa yang akan terjadi
Kegelapan yang pekat menjadi saksi
Kematian menjadi sebuah eforia
Sarkofagus seolah tak pernah menghilang
Padahal semua telah musnah
Senja tak pernah muncul di pagi buta
Apa yang akan terjadi?
Diujung kematian aku menatap cerminan diri
Siapa aku?
Apakah aku bagian dari kegelapan?
Semua tak akan terjawab
Semua tak akan menjawab
Bagai sarkofagus diujung dunia
Yang telah musnah aku tersimpan
Dan tak akan pernah lekang
Walau semua masih menjadi tanya
Semua telah berlalu
Ketakutan besar menghampiri
Kematian seperti tidak bisa aku cegah
Semua gelap, semua palsu
Tapi aku tetap berdiri
diambang kematian ini aku menjerit
Seolah semua tak menyadari apa yang akan terjadi
Kegelapan yang pekat menjadi saksi
Kematian menjadi sebuah eforia
Sarkofagus seolah tak pernah menghilang
Padahal semua telah musnah
Senja tak pernah muncul di pagi buta
Apa yang akan terjadi?
Diujung kematian aku menatap cerminan diri
Siapa aku?
Apakah aku bagian dari kegelapan?
Semua tak akan terjawab
Semua tak akan menjawab
Bagai sarkofagus diujung dunia
Yang telah musnah aku tersimpan
Dan tak akan pernah lekang
Walau semua masih menjadi tanya
Langganan:
Komentar (Atom)