"Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."(soe hok gie)"Saya dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942 ketika perangtengah berkecamuk di Pasifik."
Banyak orang yang tidak mengenal Soe Hok Gie. Dia adalah seorang intelektual yang diasingkan oleh kehidupannya. Dia adalah seorang mahasiswa yang berani menentang para diktator pada masa itu. Dia adalah orang yang sangat menakjubkan.
Soe Hok Gie merupakan seorang pecinta alam. Dia juga merupakan sastrawan yang sangat mengagumkan. Dia adalah seorang mahasiswa yang sangat menentang komunis. Walaupun begitu, dia seolah tidak mempercayai Tuhan, padahal dia percaya bahwa Tuhan itu ada. Sebagai orang yang terasingkan, dia juga tidak menyukai cinta. Bahkan dia menganggap bahwa cinta itu merupakan nafsu belaka.
Sayangnya diakhir hayatnya, dia malah berbalik haluan menjadi "yang kiri". Aku rasa dia hanya tidak memegang teguh prinsip yang dia punya. Bahkan, dia sempat bertanya-tanya, untuk apa selama ini dia menentang pemerintah? justru itu hanya membuatnya mempunyai banyak musuh. Dia meninggal pada saat dia berumur 27 tahun kurang sehari. Pada saat itu, dia mendaki gunung Semeru. Ada yang bilang, Soe Hok Gie mendaki gunung Semeru karena dia ingin ulang tahunnya dirayakan dipuncak gunung Semeru, Mahameru. Dia terkena gas beracun saat berada di puncaknya. Soe Hok Gie meninggal dipangkuan sahabatnya, yaitu Idan Lubis.
Hari ini aku lihat kembali
Wajah-wajah halus yang keras
Yang berbicara tentang kemerdekaan
Dan demokrasi
Dan bercita-cita menggulingkan tiran
Aku mengenali mereka yang tanpa tentara mau berperang melawan diktator
Dan tanpa uang mau memberantas korupsi
Kawan-kawan kuberikan padamu cintaku
Dan maukah kau berjabat tangan, selalu dalam hidup ini?
(Soe Hok Gie)