Pages

Sabtu, 25 Juli 2009

Perjuangan Seorang Demonstran Melawan Tirani

"Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."(soe hok gie)
"Saya dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942 ketika perangtengah berkecamuk di Pasifik."
Banyak orang yang tidak mengenal Soe Hok Gie. Dia adalah seorang intelektual yang diasingkan oleh kehidupannya. Dia adalah seorang mahasiswa yang berani menentang para diktator pada masa itu. Dia adalah orang yang sangat menakjubkan.
Soe Hok Gie merupakan seorang pecinta alam. Dia juga merupakan sastrawan yang sangat mengagumkan. Dia adalah seorang mahasiswa yang sangat menentang komunis. Walaupun begitu, dia seolah tidak mempercayai Tuhan, padahal dia percaya bahwa Tuhan itu ada. Sebagai orang yang terasingkan, dia juga tidak menyukai cinta. Bahkan dia menganggap bahwa cinta itu merupakan nafsu belaka.
Sayangnya diakhir hayatnya, dia malah berbalik haluan menjadi "yang kiri". Aku rasa dia hanya tidak memegang teguh prinsip yang dia punya. Bahkan, dia sempat bertanya-tanya, untuk apa selama ini dia menentang pemerintah? justru itu hanya membuatnya mempunyai banyak musuh. Dia meninggal pada saat dia berumur 27 tahun kurang sehari. Pada saat itu, dia mendaki gunung Semeru. Ada yang bilang, Soe Hok Gie mendaki gunung Semeru karena dia ingin ulang tahunnya dirayakan dipuncak gunung Semeru, Mahameru. Dia terkena gas beracun saat berada di puncaknya. Soe Hok Gie meninggal dipangkuan sahabatnya, yaitu Idan Lubis.


Hari ini aku lihat kembali
Wajah-wajah halus yang keras
Yang berbicara tentang kemerdekaan
Dan demokrasi
Dan bercita-cita menggulingkan tiran
Aku mengenali mereka yang tanpa tentara mau berperang melawan diktator
Dan tanpa uang mau memberantas korupsi
Kawan-kawan kuberikan padamu cintaku
Dan maukah kau berjabat tangan, selalu dalam hidup ini?
(Soe Hok Gie)

Jumat, 24 Juli 2009

Abadinya Bunga Abadi

Bunga Abadi tak akan lekang oleh masa
Dimanapun dia berada
tapi apa yang kita rasakan saat bunga abadi musnah?
Apakah sudah tidak ada lagi keabadian?
Mereka menangis
Mereka menyesal
Tapi orang itu tak punya hati

Mereka Menangis

Mereka begitu polos
Mereka begitu tak berdaya
Mereka terkungkung dalam kegelapan
Mereka hanya tahu dimana rumah mereka
Mereka hanya tahu siapa orang tua mereka
Tapi sayang mereka tidak tahu siapa mereka sebenarnya

Apakah mereka tahu yang sebenarnya telah terjadi?
Mereka hanya menjadi budak zaman
Yang begitu menggoda
Tapi begitu menghancurkan

Mereka terpenjara dalam dunianya
Mereka hanya bisa menangis
Mereka hanya akan meminta
Kepada siapa mereka akan mengadu?
Padahal zaman begitu kejam pada mereka

Apakah orang-orang itu tidak melihat?
Mereka begitu tak berdaya
Mereka begitu kecil, dan rapuh
Apakah orang itu tidak menyadari?
Orang itu hanya memikirkan diri mereka sendiri
Bersenang-senang
Padahal mereka menderita
Mereka hanya dapat melihat
Tanpa bisa merasakan

Mereka orang-orang malang
Mereka hanya bisa terima nasib mereka

SARKOFAGUS

Malam ini aku merasa
Semua telah berlalu
Ketakutan besar menghampiri
Kematian seperti tidak bisa aku cegah
Semua gelap, semua palsu
Tapi aku tetap berdiri
diambang kematian ini aku menjerit

Seolah semua tak menyadari apa yang akan terjadi
Kegelapan yang pekat menjadi saksi
Kematian menjadi sebuah eforia

Sarkofagus seolah tak pernah menghilang
Padahal semua telah musnah
Senja tak pernah muncul di pagi buta
Apa yang akan terjadi?

Diujung kematian aku menatap cerminan diri
Siapa aku?
Apakah aku bagian dari kegelapan?
Semua tak akan terjawab
Semua tak akan menjawab

Bagai sarkofagus diujung dunia
Yang telah musnah aku tersimpan
Dan tak akan pernah lekang
Walau semua masih menjadi tanya
hheeehehehehehe..
bLog baru nih..
bLOg Q yg lama teLah wafat..
semoga bLog Lama Q diterima disisi Yang Maha Kuasa
Jangan LUpa juga wat visit my worLd in this bLog...
hhmm..
Q bakaLan nuMpahin unek", dan segala macam yg da di otakQ ni..
bLog ni asLi made in OTAK..