Pages

Selasa, 15 September 2009

KONFLIK DAN INTEGRASI SOSIAL

Diferensiasi dan stratifikasi sosial dapat menimbulkan efek, yaitu negatif dan positif. Positifnya yaitu, mendorong terjadinya integrasi sosial, sedangkan negatifnya yaitu, terjadinya disintregasi sosial. Diferensiasi sosial dapat menimbulkan primodialisme, etnosentrisme, politik aliran, dan terjadinya proses konsolidasi.

Primodialisme merupakan pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal-halyang sejak semulamelekat pada diri individu, seperti suku bangsa, ras, dan agama.
Faktor-faktor terjadinya Primodialisme:
1. adanya sesuatu yang dianggap istimewa oleh individu dalam suatu kelompok sosial
2. adanya suatu sikap untuk mempertahankan keutuhan suatu kelompok atau kesatuan sosial dari ancaman luar
3. adanya nilai-nilai yang berkaitan dengan sistem keyakinan, seperti nilai keagamaan dan pandangan

Etnosentrisme adalah suatu sikap menilai kebudayaan masyarakat lain dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku di masyarakatnya. orang yang menganut sistem ini biasanya memandang rendah kebudayaan lain, dan menganggap kebudayaannya lebuh tinggi.
segi positif etnosentrisme:
1. dapat menjaga keutuhan dan kestabilan budaya
2. dapat mempertinggi semangat patriotisme dan kesetiaan kepada bangsa
3. dapat memperteguh rasa cinta terhadap kebudayaan atau bangsa

Politik aliran (Sektarian) merupakan keadaan di mana sebuah kelompok atau organisasi tertentu dikelilingi oleh sejumlah organisasi massa (ormas), baik formal maupun informal
Menurut Clifford Geertz, bahwa ada 3 golongan dalam masyarakat jawa yang masing-masing memiliki aliran yang berbeda satu sama lain, yaitu santri, priyayi, abangan.

Konsolidasi merupakan usaha untuk menata kembali atau memperkuat suatu himpunan atau organisasi yang dinilai terancam perpecahan.
Konsolidasi memiliki dua sisi, yaitu sisi ke dalam dan sisi ke luar.
Sisi ke dalam akan memperkuat solidaritas ke dalam suatu organisasi. sebaliknya, konsolidasi sisi ke luar dapat menimbulkan sikap anti pati dan kecurigaan terhadap organisasi lain.







sumber: Sosiologi 2, Kun Maryati dan Juju Suryawati